>Membongkar Sekularisme
Kata sekuler berasal dari bahasa latin SAECULLUM yang berarti ruang dan waktu. “ Ruang “ mengandung pengertian duniawi, sedangkan “ Waktu “ mengandung pengertian sekarang atau zaman masa kini. Menurut Thohir Luth Sekuler mengandung arti bersifat duniawi atau berkenaan dengan hidup dunia sekarang, lawannya adalah bersifat Keagamaan. ( Luth 1998: 9) atau makna sekuler lebih ditekankan pada waktu atau periode tertentu di dunia yang dipandang sebagai proses sejarah. Konsep sekuler ini secara historis terlahir di dalam sejarah Kristen di Barat. Pengertian sekuler yang diartikan sebagai pertentangan antara masalah agama dengan dunia. Dan sekuler berarti Worldy not religius or spiritual. Sedangkan sekularisasi sering diartikan sebagai pemisahan antara urusan negara ( politik ) dan urusan agama, atau pemisahan antara urusan duniawi dan ukhrawi, dengan kata lain sekularisasi dapat didefinisikan sebagai pembebasan manusia dari agama dan metafisika, artinya terlepasnya dunia dari makna religius yang suci, dari pandangan dunia yang semu. Sekulerisme diperkenalkan pertama kali oleh George Jaab pada tahun 1846, menurutnya, sekulerisme “ is an ethical system found the principle of natural morality and independent of revealed religion or supernaturalisme ( the Encyclopedia Americana 1980:521). Sekularisme adalah suatu sistem etik yang didasarkan pada prinsip-prinsip moral alamiah dan terlepas dari agama dan wahyu atau supernaturalisme.
Dalam sebuah kamus H. Oemar Bakry menulis, sekulerisme adalah suatu pandangan bahwa pengaruh organisasi agama harus dikurangi sejauh mungkin, dan bahwa moral dan pendidikan harus dipisahkan dari agama.
Pengertian sekuler menurut versi Barat adalah masalah dunia, sekularisasi itu proses pemisahan urusan dunia atau politik dengan urusan gereja, harus dipisahkan secara tajam , urusan agama hanya terbatas pada gereja saja, sementara sekulerisme adalah sebuah ideologi yang jelas memisahkan secara tajam antara urusan agama tidak boleh ikut campur dalam urusan keduniawian.
Wanita dan Auratnya
Dari Ali RA. Rosulullah
SAW Bersabda, Ya Allah Ampunilah wanita – wanita dari umatku yang memakai
celana. Dari Ibnu Mas’ud RA. Rosulullah SAW, bersabda, Wanita
itu seluruhnya aurat, dan sesungguhnya tempat yang paling mendekatkan dirinya
dengan Allah SWT adalah di pojok rumahnya.
Aurat menurut bahasa
adalah sesuatu perkara yang malu jika diperlihatkan, atau bisa juga disebutkan
bahwa aurat adalah sesuatu yang menjadi aib atau cela jika diperlihatkan.
Rosulullah SAW. Bersabda,
Memandang itu bagaikan anak panah beracun dari iblis, Nabi Isa AS. Juga berkata
, Takutlah akan memandang seorang perempuan, karena akan menimbulkan syahwat
dalam hati.
Hadist Rosulullah SAW.
Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya
perhiasan adalah wanita yang Shalihah. Dalam Al-qur’an Surat An-nuur
31. Katakanlah kepada wanita yang
beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,
atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam,
atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar